Monday, April 21, 2014

Gigih

Hari ini saya mengalami hari yang buruk.
Tugas dan kewajiban menumpuk, basah kuyup kehujanan keliling jogja, ditambah kehilangan ini dan itu.
Untungnya pukul 23.00 saya masih bisa letakkan tubuh dan menulis ini.
Gila. Hampir gila saya hari ini. Sampai sudah malas sendiri bercerita ke teman terdekat.


Tapi kejadian hari ini membuat saya banyak berpikir.


Sampai detik ini saya masih mampu menopang semua beban, meski sedikit terseok-seok. Padahal selama ini ketika batas kelelahan ini belum saya capai, saya sering menyerah duluan. Saat itu saya pikir saya tidak mampu melanjutkan lebih jauh lagi. Bodoh. Buktinya sekarang saya masih kuat berlari. Bodoh. Saya terlalu cepat menyerah saat itu.

Saya jadi ingat kata-kata Bapak Ashar: "Di tengah teknologi yang begitu banyak ditawarkan saat ini, kalian itu harus gigih. Lebih gigih dari kami dulu, karena kemudahan adalah lawan kalian."

Ya. Benar kata Pak Ashar.
Semua serba canggih sekarang. Mau ini dan itu sudah tersedia.
Tapi kemudahan ini malah memangsa kegigihan.
Ahh... memang, kemudahan perlahan memperdaya kita.
Bukannya memahami kegigihan, kita lebih sering memamerkan "kegigihan".

PR saya, PR kita semua saat ini memang berat. Tapi berat bukan berarti tidak mungkin.
Paling tidak dengan kejadian hari ini saya seperti diberikan waktu untuk mengevaluasi diri.

AYO LEBIH GIGIH!

Thursday, March 27, 2014

Di Atas Kapal Kertas

Berangkat di atas kapal kertas
Menggantungkan haluan
Menambal, menyulam, menghindari karam
Berangkat di atas kapal kertas
Bersandar ke layarnya
Di antara suka, di antara duka

- Banda Neira




"Tidak ada yang tidak berguna. Percaya bahwa masing-masing diri kita pasti punya kelebihan."

Sunday, March 9, 2014

Teduh

Panas sekali akhir-akhir ini
Sebuah pohon menarik perhatian saya
Hilang pohon, hilang gelora
Tapi diam adalah hal paling wajar
Ini sebuah pohon
Apa yang bisa saya lakukan terhadap sebuah pohon?
Mungkin saya bisa duduk manis
Berlindung sejenak di bawah daun

Begitulah rencana

Tapi selalu
Ada saja tamparan baru
Selang waktu berlalu
Akan duduk manis ku penuh ragu
Kata orang jika ku berlama-lama disitu
Daunnya bisa gugur satu-satu

Daun, ranting, batang
Bisa menimpa sewaktu-waktu
Paksa, hancurkan diri dan pohon

Jadi, apa yang bisa ku lakukan?
Mungkin aku harus pergi jauh
Agar daunnya tak jatuh
Agar kokohnya tak rapuh

Dan saya akan kembali belajar
Seperti dulu
Bahwa meski ingin, egois bukan pilihan
Bahwa menikmati teduh, tak harus selalu rekat




Sleman, 9 Maret 2014 pukul 18.30

Friday, March 7, 2014

Ajar, Ujar, Kejar

Jadi benar waktu berlari
Waktu sekali pun tak sanggup sendiri
Untungnya aku sempat mengikuti
Tertatih, penuh puji dan caci maki

Sampai juga aku di tanah baru
Mana kutau apa yang tertanam disitu
Tampak penuh dengan lika liku
Tak mudah untuk mencari tau

Aku tak luput dari mengecewakan
Beberapa kali tercabut akar penghidupan
Namun Pencipta selalu memaafkan
Ku harap benihnya beri kesempatan

Hidup memang tentang belajar
Tentang mengajar, mengujar, dan mengejar
Segala gerak hasilkan ganjar
Gusar?
Kita selalu bisa andalkan fajar




Sleman, 7 Maret 2014 pukul 23.40

Friday, January 17, 2014

Kebohongan ya?

I just had this random chat with one of my best friends. Kami lama tidak saling bertemu atau bahkan sekedar sms/chatting. Lalu saya menyadari ada sesuatu yang berbeda dari perbincangan kami. I thought it was his friend using his phone. Saya bilang kalau hape itu pasti sedang dibajak. Tapi kemudian ia bilang kalau itu dia, bukan orang lain. Saya jadi bingung antara percaya dan tidak. Then every damn thing on that chat went weird.

In the end, hape itu nggak dibajak. Itu memang murni dia.

Saya jadi sadar, semakin saya tenggelam dalam dunia baru, semakin saya tinggalkan kehidupan lama saya ya. I mean, come on, he is my best friend, I used to tell him everything. We used to talk anything without borders, and now? I can't even recognize his existence. What the hell.

Lagi-lagi, waktu mengikis. Hukum alam. So sad.

Jadi, semua "saya tidak akan pernah melupakan kalian" itu, kebohongan yang aku buat untuk membohongi diriku sendiri ya?