Wednesday, April 20, 2011

3 Januari 2011

Yang satu ini, saya tulis di blog saya yang w*rdpress juga, tanggal 3 Januari 2011.


--------------------

Si Suara Besar



Sejak kecil saya begitu terobsesi dengan alat musik yang satu ini:

Bass.

Dalam konteks tulisan kali ini, tentu saja yang saya maksud adalah permainan bass yang kompleks, bukan yang standar.

Setiap nonton live show musik apapun, bahkan pengamen, yang saya perhatikan pasti permainan bassnya. Entah kenapa suara bass terutama dalam musik Jazz, begitu memikat saya.

Menurut saya, alat musik inilah jiwanya lagu. Apalagi saya suka musik Jazz/Pop Jazz yang sangat menonjol di permainan bass. Dan bass, yang menurut pengamatan saya dipandang sebelah mata oleh orang awam, benar benar membuat musik menarik untuk didengar.

Oke, saya menyerah. Saya sudah mengetik dan mendelete belasan kalimat untuk menjelaskan sejelas-jelasnya betapa bass menarik perhatian saya. Tapi karena musik hal yang abstrak dan sulit dijelaskan secara verbal, sepertinya percuma jika saya menulis panjang lebar untuk menceritakan betapa saya terkesan pada bass.

Dan entah kenapa juga, saya merasakan kharisma yang berbeda dari seorang bassist, khususnya lagu nge-beat. Setiap saya nonton live show musik jazz atau lagu-lagu dengan tempo cepat, saya selalu terpaku pada bassist dan permainannya tentu saja. Malah kadang saya nggak peduli sama vokalisnya, ha mbok mau seganteng apa deh.

Lucunya, setiap saya denger lagu, terutama tempo cepat, saya selalu langsung merasakan suara bassnya dan reflek gerakan saya pun meniru bassist. Padahal sejak kecil saya hanya terbiasa bermain gitar, keyboard, harmonika dan perkusi. Orang tua tak pernah mengenalkan bass, sampai akhirnya saya duduk di bangku SMP dan mengenal band.

Saya berminat banget pengen belajar main bass. Kalo cuma standar-standar untuk lagu pop sih dari pertama juga langsung bisa karena pada dasarnya sama kayak gitar. Untuk tingkat lagu-lagu jazz, sungguh saya pengen banget gak ketulungan. Tapi saya memang nggak, eh, belum punya fasilitas sih untuk bass.

Oya, saya juga kagum sampai salto jungkir balik sama seorang bassist yang sekaligus menjadi vokalis. Oke, mungkin agak lebay, tapi sungguh, menurut saya bermain bass sambil menyanyi itu hal yang sangat di luar kepala saya. Para bassist sekaligus vokalis ini bisa bikin saya nggak kedip kalo lagi ngeliat mereka. Sebut saja Rafli The Banery dan Bondan Prakoso. Jujur saja, saya sudah sering bermain gitar, keyboard dan drum sambil menyanyi. Tapi untuk bass? Susaaaaaaaaaah!

Intinya, para bassist dan permainan bassnya tidak pernah mau berhenti memikat hati saya :3

No comments:

Post a Comment