Sunday, June 24, 2012

The reason why I can't write blog post routinely


Harus diakui bahwa blog ini sangat jarang diupdate. Meskipun tetap konsisten, tapi frekuensinya sangat sedikit. Jujur, bukannya saya tidak produktif dalam menulis. Writing is the only way to solve a private problem for me. Saya sangat suka menulis, dan saya sangat sering menulis, everywhere, everytime. Sejak kecil. Mungkin gara-gara keluarga saya sangat suka membaca. Otomatis saya juga jadi ketularan untuk terus membaca. Dan akhirnya, saya tertarik untuk menulis, meskipun saya tetap manusia normal yang melalui fase-fase alay. Tapi beneran lho saya nggak tanggung-tanggung. I love this goddamn activity. Bahkan waktu SMP saya pernah ditawari untuk nulis skrip film pendek dan sebuah buku, yang dengan bodohnya saya tolak. Rasanya masih sangat menyesal kalo inget masa-masa jahiliyah itu -_-

Then, why I can't write blog post routinely?

Tadinya saya juga belum nyadar. Tapi semakin kesini, saya semakin tau apa alesannya. I expect perfection from myself. Saya memilih untuk tidak menulis/ngepost di blog selama menurut saya tulisan in belum layak dibaca publik sebagai tulisan saya. And this damn thing affected me. I ever read an article about why writers must avoid perfectionism. Don't let the perfect be the enemy of the good, or it'll decrease your productivity.

Dan setelah saya cukup menyadari ini, mungkin akan ada sedikit perubahan dalam blog ini. Entah itu frekuensi postingan, atau karakter tulisan saya yang biasanya penuh metafora. Yang jelas, saya mau terus belajar untuk menjadi penulis yang, paling tidak, baik untuk dunia maya. Kalau mengurangi perfectionism bisa mengubah cara menulis saya menjadi lebih baik, maka akan saya coba.

Mungkin saya akan mengikuti gaya blogger-blogger gaul yang lagi berjaya sekarang, kayak Bena atau Alit. Terutama Bena yang sangat produktif sekali. Gaya bloggingnya fokus ke entertaining the readers, how he serves the readers routinely. Jadi dia akan ngepost secara rutin, dengan topik apa pun yang ada di kepalanya saat itu. Berbeda dengan saya yang fokus pada materi yang saya tulis.

Okay, sebagai aksi pertama untuk mengurangi perfectionism, saya anggap tulisan ini cukup baik untuk di publish sekarang, dan tidak perlu koreksi yang berlebihan hehehe.
Trying and applying a new thing aren't easy. But, 




P.S. : Saya habis bikin cerpen beralur campuran yang cukup memuaskan. Kalo udah berhasil menyisihkan "perfectionism", bakal saya post kapan-kapan :P

4 comments:

  1. tuh, daripada bikin postingan marah2 sama diri sendiri kayak gini, mendingan update yang seru-seru kan? hoho.

    nulis itu yang penting tulis aja dulu apa aja. gausah dibates2in.
    tergantung tujuan blognya juga, buat dinikmati sendiri apa buat dibaca orang lain?

    einstein said, A person who never made a mistake never tried anything new.
    so, kalo kamu nggak pernah mau nyoba, dan nggak tau salahnya dimana, ya nggak akan berkembang.

    semua orang pasti belajar dari kesalahan, dan bersyukur kalo kita pernah melakukan kesalahan, karena kalo nggak gitu kita nggak akan pernah bisa jadi lebih baik!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yes. Saya bakal terus nulis, without rules and borders. Thank you for being such an inspirational writer!

      Delete
  2. Aku tunggu cerpennya boleh lho li ;)

    ReplyDelete