Sunday, August 26, 2012

Galau Masa Depan

Tadi siang habis liat beberapa segmen dari acara Sebuah Nama Sebuah Cerita di Kompas TV. Bintang tamunya Dik Doank. Dia memaparkan kehidupannya dari berbagai sisi, termasuk kenapa dia memilih mendirikan sekolah alam Kandank Jurank Doank dan mundur dari dunia entertainment. Memilih mengabdikan diri pada dunia pendidikan jalur bebas. This is what he said:

Dunia entertain itu seperti ikan-ikan cantik dengan terumbu karang di dalam aquarium. Dengan sudut yang baik, dibantu dengan lighting, fotografer handal akan menghasilkan gambar yang indah dari aquarium itu. Namun jika ditanya, lebih indah mana ikan di aquarium dengan ikan di samudra lepas? Jawabannya pasti di samudra. Hanya kita tidak tahu.

Dik Doank


Dasar Dik Doank, pola pikirnya yang bebas itu membuat saya jadi teringat masa depan, masa depan saya. Akhir-akhir ini saya sedang bimbang. Tahun ini adalah tahun terakhir di SMA, tahun depan insya Allah kuliah. Masalahnya, sebenarnya dunia macam apa yang ingin saya geluti?

Saya punya beberapa plan. Teknik sipil dan arsitektur sejauh ini yang paling menarik. Tetapi fakultas seni rupa di ITB juga lumayan menarik saya, karena di dalamnya ada desain interior. Entahlah, yang jelas untuk jalur formal, saya lebih tertarik bidang fisika dan visual. Tetapi untuk jalur informal, saya tertarik pada apa saja. Actually, selama saya mengamati diri sendiri, sepertinya I'm a kind of fast learner in almost everything. Jadi selama ini saya nggak punya spesialisasi, tapi saya lumayan mampu hampir di semua bidang meskipun pas-pasan.

Sebenarnya selama ini saya punya dua imajinasi yang hampir bisa disebut ambisi dalam hidup saya. Dan jujur saja, keduanya sangat kontradiktif. Pertama, saya ingin hidup jauh dari hiruk pikuk perkotaan, tinggal di pedalaman, menjadi volunteer untuk alam, untuk binatang dan untuk anak kecil. Saya memang cenderung seorang pekerja lapangan, dan saya ingin mengabdikan hidup saya untuk sesuatu yang darurat, yang sangat dibutuhkan bumi ini. Bukan hanya untuk saya atau keluarga saja. Makanya sempat terpikirkan untuk sekolah kedokteran hewan juga. Emang labil banget nih -_-


Kedua, saya ingin sebagian kehidupan saya ada di Eropa, khusunya Venesia, Itali. Saya ingin menjadi pengusaha dalam bidang desain produk atau desain interior dari Indonesia, yang bisa membawa saya keliling dunia, ke negara-negara maju. Dan saya selalu memimpikan membangun rumah dengan desain saya sendiri di Venesia.


Entah yang mana yang akan jadi kenyataan. Entah langkah mana yang akan saya ambil. Tapi yang jelas, saya tidak mau semua itu hanya ada di otak saya. Saya mau semua itu ada di depan mata saya. Dengan berusaha dan berdoa, bukan hal mustahil kalau ternyata kedua-duanya menjadi nyata :P


No comments:

Post a Comment