Sunday, September 7, 2014

Permulaan yang Baru

Sepatu sudah berjalan jauh. Empat tahun sejak terakhir ia berhenti.
Ia selalu berjalan, tak jarang berlari, menggores badannya sana-sini.
Mana kenal ia lelah, meski dihajar susah.
Tak mau lagi ia banyak berhenti.
Tujuannya hanya satu.
Menyelesaikan perjalanan.
Entah berujung dimana.

Suatu ketika diguyur hujan. Hujan yang tak biasa. Hujan tak pernah dirasa.
Basah.
Dingin.
Berat.
Ia tak lagi berlari. Namun masih berjalan. Terus.

“Halo.”
Matahari menyapa.
“Halo juga.”
Sepatu membalas tanpa toleh dan henti langkah.
Masih berjalan. Terus.
Terus.
Sampai basah musnah.
Sampai dingin menyingkir.
Sampai hangat.
Sepatu berlari. Lagi.
Lama.

Lalu ia berhenti. Benar-benar berhenti. Sudah kubilang ia tak pernah berhenti sejak lama.
“Kenapa berhenti?” Matahari bertanya.
“Terima kasih.”
"Kenapa berhenti?"
“Aku ingin berterima kasih.”
“Ya. Lalu kenapa berhenti?”
“Mungkin aku tak ingin jalan lagi. Mungkin aku ingin disini. Berhenti. Denganmu.”
“Siapa bilang aku tak bersamamu jika kamu berjalan?”
“Sungguh?”
“Sejak dingin itu.”
“Selama ini?”
“Ya.”

Sepatu kini tau ia tak harus berhenti.

Satu langkah.
Dua langkah.
Ia lanjutkan perjalanannya.




“Ini permulaan dari perjalanan yang panjang, kita kan berjalan menuju tempat yang baru...” - Permulaan yang Baru



*credit to Jebraw and his song "Permulaan yang Baru"

No comments:

Post a Comment